BANDUNG-– Hingga memasuki Agustus 2025, perputaran roda perekonomian di Jawa Barat masih melambat. Salah satunya karena sejumlah program di APBD masih tertahan.
Demikian disampaikan Saeful Bachri, sekretaris Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Jabar saat serap aspirasi di Kabupaten Bandung. Lokasi acaranya di Desa Rancamulya, Kecamatan Pameungpeuk.
“Sekarang proyek-proyek Pemprov Jabar masih ada yang tertahan,” kata Saeful Bachri, Jumat (1/8/2025).
Menurut anggota Komisi 2 DPRD Jabar ini, laju pertumbuhan belum menggembirakan. Hingga Juni 2025, masih sama dengan pertumbuhan tahun lalu. Yaitu 4,9 persen.
“Masih positif tapi kita tidak bisa menabung. Dulu 10 tahun zaman Pak SBY kita bisa menabung, sekarang kondisinya berat,” katanya.
Dalam sepuluh tahun terakhir, kata ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung ini, orang hidup dari tabungan. “Orang menyebutnya mantab, makan tabungan. Tapi saat ini tabungan kita umumnya sudah habis,” tegas Saeful Bachri.
Agar ada daya ungkit ekonomi, paparnya, APBD mestinya segera dikucurkan. Anggaran provinsi dan seluruh kabupaten/kota, harus segera diserap.

“Jangan ditahan-tahan, supaya ada perputaran uang di masyarakat. Kalau APBD dikucurkan maka material terserap, kuli ada kerjaan, keluarga tersenyum karena punya uang,” ungkap Saeful Bachri.
Dijelaskan, APBD Jabar tahun ini tercatat Rp 31 triliun. Turun sekitar Rp 5 triliun karena dibagikan ke kabupaten/kota.
“Proyek di provinsi ada yang masih tertahan karena ada pergeseran. Masih harmonisasi program dari gubernur lama kepada gubernur baru. Memang agak lama harmonisasinya. Semoga mulai September bisa dikucurkan semua,” tegas tokoh Pramuka Jabar ini.
Kegiatan serap aspirasi di Pameungpeuk dihadiri juga Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf Macan Effendi. Selain program PTSL tanah, di acara tersebut dibahas juga soal makan bergizi gratis (MBG).
Lalu, pemberian bantuan beras bagi warga yang hadir. Juga bibit palawija untuk ditanam bagi ketahanan pangan keluarga. (R-03)


