Bareng Anton dan Kang Hero, Ini 5 Agenda Asyik AHY Ngabuburit di Kota Bogor

BANDUNG– Suasana Ramadan 2026 di Kota Bogor terasa istimewa. Pada Jumat (27/2/2026), Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengisi kunjungan kerjanya dengan beragam aksi seru.

AHY memulai agenda dengan cara unik, yakni riding Vespa bersama rombongan dari Jakarta menuju Bogor. Turut menyertai sejumlah kader utama Partai Demokrat. Antara lain, Herman Khaeron atau Kang Hero (Sekjen), Jovan Latuconsina (wakil Sekjen), Anton Sukartono Suratto (ketua DPD Demokrat Jabar), dan dr Ratnawati (ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jabar).

Setibanya di kawasan Botani Mall Square sekitar pukul 15.00 WIB, ketua umum Partai Demokrat ini melanjutkan perjalanan melintasi sejumlah titik strategis, mulai dari pintu tol hingga kawasan lingkar Istana Bogor, sebelum tiba di Balai Kota.

Kedatangannya disambut langsung Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, beserta jajaran Pemerintah Kota Bogor.

Agenda resmi AHY diawali di Masjid Jami At-Taqwa, kompleks Balai Kota Bogor. Dalam kesempatan tersebut, AHY menyerahkan 600 paket bantuan sosial (bansos) kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Bantuan didistribusikan melalui enam kecamatan di Kota Bogor, masing-masing menerima 100 paket.

“Kami hadir untuk turut peduli dan berbagi. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar AHY.

Ia menegaskan, kepedulian sosial di bulan Ramadan tidak hanya bermakna berbagi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat serta mendorong perputaran ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM menjelang Idul Fitri.

Usai agenda sosial, AHY melanjutkan kegiatan ngabuburit di Lapangan Sempur. Di lokasi tersebut, ia menyapa warga yang tengah berolahraga, berdialog dengan generasi muda, hingga bermain basket bersama komunitas setempat.

Kehadirannya yang membaur dengan masyarakat menarik perhatian warga. Banyak yang memanfaatkan momen tersebut untuk berswafoto dan berbincang langsung.

“Hari ini saya ingin ngabuburit sambil menyapa warga dan berolahraga. Ramadan juga harus diisi dengan kegiatan yang sehat dan positif,” tuturnya.

Selain komunitas basket, AHY juga menyapa pelari serta atlet panjat tebing yang mewakili Kota Bogor di berbagai kompetisi.

Dalam kunjungan tersebut, AHY turut menyoroti tantangan pembangunan Kota Bogor sebagai kota penyangga Ibu Kota sekaligus destinasi wisata favorit. Pertumbuhan penduduk yang pesat, menurutnya, menuntut penguatan infrastruktur secara berkelanjutan.

“Kita ingin memastikan pembangunan berjalan dengan baik, termasuk penguatan infrastruktur dan fasilitas pendukung agar kebutuhan masyarakat yang semakin beragam dapat terpenuhi,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar program pembangunan nasional benar-benar dirasakan manfaatnya di tingkat lokal.

AHY bersama Wali Kota kemudian meninjau Command Center Kota Bogor yang berfungsi memantau lalu lintas dan pelayanan publik secara terpadu. Menurut AHY, pengelolaan lalu lintas menjadi aspek krusial bagi kota wisata seperti Bogor, terutama menjelang lonjakan kunjungan saat musim libur dan Lebaran.

“Impresi pertama dan terakhir dari sebuah kota biasanya dari lalu lintasnya. Kalau nyaman, orang akan senang datang dan beraktivitas di kota tersebut,” ujarnya.

Rangkaian agenda ditutup dengan dialog interaktif bertajuk “Ngabuburit Bareng AHY” bersama Gen Z dan Milenial di sebuah kafe di Bogor. Forum ini menjadi ruang terbuka bagi anak muda menyampaikan aspirasi terkait pembangunan dan isu kebangsaan.

Staf Khusus Menko Infrastruktur, Agust Jovan Latuconsina, menjelaskan bahwa pendekatan santai dipilih agar lebih dekat dengan keseharian generasi muda.

“Gen Z dan milenial itu anak muda. Kalau diajak rapat resmi di kantor, pendekatannya berbeda. Kita jemput bola, datang ke ruang-ruang yang mereka sukai,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, ia menekankan pentingnya partisipasi politik generasi muda. Menurutnya, Gen Z dan milenial merupakan kelompok pemilih terbesar dalam beberapa tahun ke depan.

“Gen Z dan milenial tidak boleh buta politik. Gabungan keduanya saat ini lebih dari 50 persen. Mereka adalah penerus bangsa dan harus melek terhadap isu-isu kebangsaan,” tegas wakil Sekjen DPP Partai Demokrat tersebut. (R-03)

Leave a Reply