BANDUNG– Partai Demokrat mengadakan buka puasa bersama, di Hotel Fairmont, Jakarta (4/3/2026). Di acara tersebut hadir sejumlah elit politik nasional, para menteri, dan sejumlah duta besar dari negara sahabat.
Saat menyampaikan pidato, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat berkelakar kepada Sekjen Partai Gerindra Sugiono. Dia membeberkan alasan kader-kadernya belakangan sering turun ke konstituen.
“Pak Sekjen Gerindra, mohon dilaporkan ke Pak Presiden selaku pembina koalisi, pembina partai-partai politik, kalau Demokrat tahun ini agak sering turun ke bawah karena semangatnya 25 tahun tadi. Tolong jangan disalahartikan sebagai sebuah manuver politik karena pemilu masih lama,” celetuk AHY kepada Sugiono.

Setelah celetukannya tersebut, AHY kembali menegaskan bahwa Partai Demokrat benar-benar akan mengawal pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Tidak hanya itu, Ketum Partai Demokrat tersebut juga ingin kembali kokoh dan berjaya, khususnya di legislatif.
Ia menggambarkan bahwa saat ini kondisi partainya di DPR RI sudah paling ujung. Hal ini menjadi alasan AHY untuk mengubahnya pada pemilu 2029.
“Di parlemen kita sudah paling ujung, Pak. Kita pernah paling ujung sana, sekarang paling ujung sini. Jadi kalau lagi sidang paripurna, betul ya? Jangan sampai mepet tembok ya. Kita ingin kembali kokoh, semakin kokoh,” tegasnya yang disambut tepuk tangan meriah para kader Demokrat.
Tampak hadir Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Lalu, ketua DPR RI Puan Maharani yang juga ketua DPP PDI Perjuangan. Sedianya Presiden Prabowo dijadwalkan hadir, namun urung datang karena kurang fit setelah sebelumnya bertemu para tokoh bangsa, termasuk SBY.

Partai Demokrat pertama kali ikut Pemilu pada 2004. Dengan modal 57 kursi, saat itu Demokrat mengusung SBY-Jusuf Kalla di Pilpres. Dan, menang.
Pada Pemilu 2009, Partai yang digagas SBY itu tampil sebagai juara dengan 128 kursi DPR RI. Capaian itulah yang disebut AHY bahwa Demokrat pernah di posisi menang besar, tapi saat ini jadi fraksi terkecil di DPR.
Dari delapan fraksi yang lolos ke Senayan, Demokrat berada di juru kunci dengan 44 kursi. Sementara sang juara masih PDI Perjuangan dengan 110 kursi. Posisi itulah yang disebut AHY “mepet ke tembok”.
Menuju kebangkitan baru, AHY menegaskan kepada para kader Partai Demokrat untuk melakukan konsolidasi. Setelah melewati kongres pada 2025 lalu, maka tahun ini dijadikan momentum tahun konsolidasi.
“Tahun lalu kita sudah menjalankan Kongres. Terima kasih sekali lagi atas kehormatan dan juga harapan untuk saya bisa memimpin, dan tahun ini kita lanjutkan dengan konsolidasi di tingkat daerah, di tingkat provinsi, juga pada akhirnya di tingkat kabupaten/kota,” tegasnya.
Acara buka puasa bersama keluarga besar Partai Demokrat sekaligus ajang silaturrahmi. Hadir para kader utama dari seluruh Indonesia, termasuk para kepala daerah.

Di jajaran elit DPP Partai Demokrat hadir lengkap. Antara lain, Herman Khaeron (Sekjen), Edhie Baskoro Yudhoyono (wakil ketua umum), Dede Yusuf Macan Effendi (wakil ketua umum), M. Iftitah Sulaiman Suryanegara (kepala Bappilu), dan Ossy Dermawan (kepala BPOKK).
Pada kader dari Jawa Barat juga hadir lengkap, antara lain Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Anton Sukartono Suratto. Juga dr Ratnawati, ketua Fraksi.Partai Demokrat di DPRD Jabar. (R-03)


