BANDUNG– Ada fakta unik dalam sejarah kepresidenan di Indonesia. Ada sedikit kemiripan dengan Amerika Serikat, tapi kasus Indonesia tetap unik. Satu-satunya di dunia.
Demikianlah yang disampaikan Dr Andi Alfian Mallarangeng, kader senior Partai Demokrat. Dia menulis kasus unik antara Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto.
“Gambar Pak Prabowo dan Pak SBY di Gedung Utama Akmil, Magelang. Sambil jalan pagi bersama Pak SBY di Akmil, saya menyempatkan berfoto di depan gambar kedua tokoh kebanggaan Akmil tersebut,” ujar Andi Mallarangeng di laman medsosnya (14/5/2026).
Menurut ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat ini, SBY dan Prabowo adalah dua sosok istimewa. Keduanya satu angkatan di Akmil, yaitu masuk 1970. Saat itu masih bernama Akabri (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).
“Memang luar biasa, dua orang sekelas bisa menjadi Presiden di sebuah negara. Belum ada hal seperti itu di negara manapun,” kata tokoh berdarah Makassar ini.
SBY dan Prabowo masuk Akabri Matra darat pada tahun yang sama. Tapi lulusnya berbeda. SBY lulus tepat tiga tahun, sementara Prabowo setahun kemudian baru lulus. Soal beda lulus ini, dalam berbagai kesempatan Prabowo sering menyebut dirinya “bandel” saat jadi taruna Akabri.
Takdir akhirnya menggariskan keduanya jadi presiden. Di dua periode berbeda. SBY menjabat 10 tahun, yaitu 2004-2009 dan 2009-2014. Setelah itu ada Joko Widodo (Jokowi) yang juga menjabat 10 tahun.
Baru setelah itu tampil Prabowo, menggantikan Jokowi. Prabowo terpilih pada Pilpres 2024 lalu.
Di Amerika Serikat, papar Andi Mallarangeng, memang ada dua presiden keluaran akademi militer Amerika, West Point. Yaitu Presiden Ulysses S. Grant dan Dwight D. Eisenhower.
Tetapi kasusnya beda jauh dengan SBY-Prabowo. Presiden Grant alumni 1843, sementara Presiden Eisenhower alumni tahun 1915. Berada di abad yang berbeda.
“Salut kepada Akmil, sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa,” timpal Andi Mallarangeng.
Keberhasilan Akmil, lanjutnya, harusnya juga bisa melecut kampus-kampus ternama di Tanah Air untuk meningkatkan kualitasnya. Dengan begitu pada saatnya melahirkan pemimpin bangsa di masa depan. (R-03)


