BANDUNG– Anton Sukartono Suratto dalam kapasitas wakil ketua Komisi I DPR RI memimpin uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 25 calon duta besar. Mereka adalah para kader terbaik bangsa untuk ditempatkan di sejumlah negara sahabat dan organisasi internasional.
“Saya memimpin langsung proses krusial ini dalam kapasitas sebagai wakil ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat,” ujar Anton di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (23/9/2026).
Uji kelayakan dan kepatutan dilakukan selama dua hari, yaitu Selasa-Rabu. Ada 25 calon duta besar yang mengikuti “uji publik” tersebut. Mereka berasal dari beragam latar belakang karier mulai diplomat, tokoh masyarakat, akademisi, dan kader partai politik.
“Agenda ini merupakan tindak lanjut atas surat permohonan pertimbangan yang dikirimkan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada pimpinan dewan,” tegas Anton.
Menurut ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat ini, sebelum sampai ke Senayan, para kandidat dipastikan telah melalui proses penyaringan awal. Yakni seleksi yang sangat ketat di Kementerian Luar Negeri.

Latar belakang setiap calon, baik yang berasal dari jalur karier maupun nonkarier, telah diperiksa dan diteliti secara mendalam untuk memastikan kelayakannya sebelum dikirim ke parlemen.
Di tingkat dewan, jelas Anton, uji kelayakan ini pada dasarnya bersifat memberikan rekomendasi pertimbangan. Secara umum, para calon yang diajukan dipastikan dapat lolos.
Terkecuali jika ditemukan adanya cacat prinsip atau laporan serius dari masyarakat yang dinilai membahayakan penugasan di negara sahabat. Namun, hal tersebut sangat jarang terjadi mengingat ketatnya proses penyaringan awal di Kementerian Luar Negeri.
Menurut Anton, setelah rangkaian uji kelayakan ini tuntas, Komisi I DPR RI akan segera mengembalikan hasilnya kepada pimpinan DPR RI untuk diproses sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (R-03)

