BANDUNG– Kabar duka datang dari misi kemanusiaan. Tiga prajurit terbaik TNI dari matra darat gugur dalam tugas mulia. Yakni memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan.
“Selamat jalan para kusuma bangsa. Doa terbaik kami menyertai kepulangan kalian, dan semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR Anton Sukartono Suratto.
Anton yang juga ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat ini menyebut pengorbanan para prajurit TNI sungguh mulia. Dan dedikasinya untuk ibu pertiwi tak akan pernah sia-sia.
Rabu, 4 November 2026, sekitar pukul 11.18 WIB, Helikopter MI-17V5 milik TNI-AD jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Saat itu, mereka tengah bertaruh nyawa menembus pekatnya asap, menjalankan misi water bombing untuk memadamkan Karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Dari total delapan kru yang bertugas, tiga ksatria bangsa harus berpulang. Mereka adalah: Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetuo. Lima prajurit lainnya berhasil selamat meski terluka dan kini tengah berjuang pulih dalam perawatan medis.
“Atas nama pribadi dan pimpinan Komisi I DPR RI, saya menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” tegas Anton.
Menurut wakil rakyat dari dapil Jabar V (Kabupaten Bogor) ini, mereka gugur bukan di medan perang bersenjata. Sama terhormatnya karena berjuang di medan juang kemanusiaan. Demi bangsa dan negara.
Sebagai mitra kerja TNI, papar Anton, Komisi I DPR memastikan negara hadir untuk keluarga korban yang ditinggalkan. Serta menjamin penanganan medis terbaik bagi lima prajurit yang selamat.
“Peristiwa ini juga menjadi pendorong bagi kami untuk terus mengawal perbaikan dan keselamatan alutsista, agar nyawa prajurit kita senantiasa terlindungi dalam setiap misinya,” ungkap Anton Suratto. (R-03)

