BANDUNG- Berlangsung serius tapi suasana tetap hangat. Itulah jalannya rapat kerja daerah (Rakerda) Partai Demokrat Jawa Barat di Bandung (29/5/2023).
Salah satu agenda Rakerda di Grand Preanger Hotel itu adalah pemaparan setiap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Jawa Barat. Salah satu yang menyedot perhatian adalah laporan dari Pangandaran.
“Pangandaran ini yang paling prihatin. Tadi saya dengar pemaparan dari DPC-DPC lain yang begitu hebat. Saya ikut senang dengan harapan Pangandaran nanti bisa seperti itu,” ujar Tarsuli, ketua DPC Partai Demokrat Pangandaran Tarsuli.
Pangandaran punya status istimewa di Partai Demokrat. Selain si bungsu, di kabupaten termuda di Jabar itu, Demokrat tidak punya kursi di DPRD. Kemudian, Muscab sempat memilih Habibi Syafaruddin sebagai ketua. Tapi mundur. Lewat Muscablub dipilihlah Tarsuli.
“Selain tidak punya kursi, Demokrat Pangandaran ibarat tidak punya ayah dan ibu,” tegas Tarsuli.

Mantan kepala desa ini menyebut, Pangandaran sebagai daerah otonomi baru (DOB) ditetapkan pada 2012. Dia mengaku sudah jadi pengurus Demokrat sejak 2019.
“Sampai saat ini DPC Pangandaran tidak pernah dapat dukungan sepeser pun,” jelasnya. Padahal, Demokrat memiliki kursi DPR RI dan DPRD Provinsi yang meliputi dapil Jabar X (Kuningan, Ciamis, Kota Banjar, Pangandaran). Yakni, Didi Irawadi (DPR RI) dan Yosa Octora Santono (DPRD Provinsi).
“Jadi mohon Pak Ketua, kiranya ada atensi khusus untuk Pangandaran,” tambahnya.
Dalam pemaparan DPC dari 27 kabupaten/kota itu bertindak sebagai pimpinan rapat Muhammad Handarujati Kalamullah (sekretaris DPD).
Turut hadir dan menyimak Anton Sukartono Suratto (ketua DPD), dr Ratnawati (bendahara), dan Herlas Juniar (ketua Dewan Kehormatan). Pemaparan Pangandaran adalah agenda terakhir sebelum Rakerda ditutup.
Walau dalam situasi keprihatinan, Tarsuli mengaku Pangandaran siap bangkit. Dari lima dapil, pihaknya telah menyusun 40 daftar nama bakal Caleg.
“Awalnya kita targetkan tiga kursi. Tapi setelah didalami ada peluang jadi lima kursi,” tambahnya.
Tarsuli menyebut pihaknya kini telah membentuk kepengurusan DPAC (kecamatan) hingga ranting (desa). Bahkan sedang berjalan membentuk anak ranting (level RW).
“Ada prinsip biar berat tetap Demokrat, sampai sekarat selalu bersama Demokrat,” tandas Tarsuli.
DPRD Pangandaran ditetapkan 40 kursi. Meliputi lima dapil dari 10 kecamatan. Hak pilihnya 334 ribu. Tercatat 1.346 TPS yang tersebar di 93 desa.
“Kita belum ada dana kas partai, termasuk untuk kebutuhan saksi. Kami sejumlah pengurus DPC sudah tanda tangan integritas untuk menyiapkan dana pribadi bagi kepentingan Pemilu 2024,” ungkapnya.
Muhammad Handarujati Kalamullah atau biasa dipanggil Andru menyebut posisi Pangandaran ibaratnya zero. “Tapi di tangan Pak Tarsuli insya Allah from zero to hero,” ucap Andru.

Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Anton Sukartono Suratto juga berjanji akan ada pendekatan khusus. Akan dicarikan solusi agar DPC Pangandaran dapat support dan pembinaan dari anggota DPR RI dan DPRD Provinsi di dapil tersebut. (R-03)


