BANDUNG– Bukan Anton Sukartono Suratto namanya kalau tidak piawai menghangatkan suasana. Seperti halnya saat ketua DPD Partai Demokrat Jabar ini membuka pendidikan politik (Dikpol) bagi para kader di Kabupaten Bandung.
Bertempat di Graha Macan, Kantor DPC Partai Demokrat, Jl Puradinata No 89 B, Baleendah, pada Senin (28/4/2025) digelar Dikpol. Acara yang dihadiri lebih 100 kader Demokrat tersebut dibuka Anton.
“Para ketua PAC (pengurus anak cabang) itu satu level dengan camat. Saya minta para ketua PAC maju lalu telepon sekarang juga camat masing-masing,” ucap Anton.

Sekitar enam orang ketua PAC kemudian maju. “Yang bisa menelpon camatnya saya kasih 500 ribu,” tandas Anton. Hal itu penting untuk menguji seberapa dekat dan dikenal kader Demokrat di daerahnya.
Ketua PAC Pasirjambu M. Komarudin lantas menelpon camatnya. “Nama camatnya Ibu Nia,” kata Komarudin seraya berharap teleponnya bis dijawab camat Pasirjambu.
Benar saja. Nia Kania tiba-tiba merespons telepon tersebut. “Bu Camat saya sedang berkumpul dengan para kader Demokrat, di sini juga ada ketua Demokrat Jabar,” kata Komarudin lantas menyerahkan HP-nya ke Anton.
Anton kemudian mengenalkan diri. Tak lupa mengucapkan terima kasih. “Ibu camat kita belum sempat bertemu, nanti kita ketemu diatur Kang Saeful Bachri (ketua DPC),” papar Anton.
Uang pun diserahkan Anton ke ketua PAC tersebut. Beberapa ketua PAC lain dapat Rp 500 ribu karena berhasil mengontak camat di wilayahnya.
Anton yang juga wakil ketua Komisi I DPR ini lantas memanggil caleg DPRD yang tidak terpilih. Ada tujuh orang maju. Satu per satu ditanya apakah bersedia kembali maju di Pemilu 2029.
“Yang siap kembali maju saya kasih satu juta,” kata Anton. Peserta Dikpol pun tepuk tangan. “Mereka ini berjuang untuk Partai Demokrat,” tambah Anton.
Sebagai Caleg, tentu pernah berkorban. Setidaknya jamuan air minum atau kopi. Bahkan mungkin keluar uang untuk baliho. Juga waktu yang terkadang melupakan keluarga di rumah.
“Untuk caleg yang terpilih tolong hargai mereka. Temui dan berilah minimal air minum. Mereka tidak minta uang, tapi berikanlah penghargaan minimal sekali setahun,” papar Anton.
Di acara tersebut, Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bandung Saeful Bachri melaporkan capaian kinerja pada Pemilu 2024. Suara naik dari 145 ribu menjadi 205 ribu. Lalu kursi DPRD bertambah dari lima jadi tujuh.
Kemudian, Kantor DPC kini tidak akan berpindah-pindah lagi. Sudah permanen dan jadi aset Partai Demokrat. Sertipikat tanah dan bangunan DPC diserahkan secara simbolis kepada Herman Khaeron selaku Sekjen DPP Partai Demokrat.

Selain dihadiri Sekjen, acara Dikpol dihadiri juga pengurus utama DPD Partai Demokrat Jabar. Antara lain, dr Ratnawati (bendahara), Ahmad Bajuri (kepala BPOKK), M. Hailuki (kepala Bakomstra), dan Maulana Hasanuddin (direktur eksekutif).
Tujuh anggota DPRD Kabupaten Bandung juga hadir lengkap. Yakni M. Hailuki (wakil ketua DPRD), Asep Ihsan (ketua fraksi), Faisal Radi, Anton Ahmad Fauzi, Veny Novenny, Tantri Martadinata, dan Oto Muharam. (R-03)


