Pas Harkitnas, AHY Bicara di Forum Stanford University, AS

BANDUNG– Momen langka terjadi. Pas di Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), 20 Mei 2025, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bicara di forum dunia. Tepatnya di Stanford University, California, Amerika Serikat.

AHY yang juga Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini bertandang ke Negeri Paman Sam ini untuk jadi pembicara utama di sebuah forum akademik. Temanya Southeast Asia Summit on Prosperity and Sustainability.

“Saya memaparkan strategi untuk meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan keberlanjutan kawasan Asia Tenggara,” tutur AHY.

Tampak hadir di forum bergengsi itu, antara lain, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Lalu Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono.

Di sela acara, AHY sempat bertemu dengan Condoleezza Rice, mantan menteri luar negeri Amerika Serikat. Juga bertemu Steven Chu, mantan menteri energi AS yang juga peraih hadiah Nobel pada 1997 di bidang ilmu Fisika.

Menurut AHY ada tiga isu utama yang disampaikan di forum tersebut. Pertama, dia menekankan pentingnya mengintegrasikan pembangunan keberlanjutan dengan kemakmuran. Transisi hijau harus dilihat sebagai peluang menuju masa depan yang lebih baik.

“Kita juga perlu mengedepankan keadilan dan akses bagi kelompok rentan seperti petani dan pekerja,” tandas ketua umum Partai Demokrat ini.

Isu kedua, AHY menyoroti pentingnya menghubungkan inovasi global dengan aksi lokal. Di tengah percepatan teknologi, saya menekankan bahwa kemajuan hanya akan bermanfaat jika mampu menjangkau mereka yang paling membutuhkan.

Isu ketiga, AHY mengingatkan pentingnya memperkuat kerja sama regional. “Saya menilai tidak ada satu negara pun yang mampu menghadapi risiko sistemik seperti perubahan iklim, disrupsi rantai pasok, dan krisis pangan secara sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Tujuan ASEAN, paparnya, adalah kerja sama yang aktif yang saling membantu dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, perdagangan, transportasi, komunikasi serta kepentingan bersama dalam wilayah Asia Tenggara.

Ditegaskan, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah mengadopsi strategi pembangunan yang mengintegrasikan ketahanan pangan, energi terbarukan, dan pembangunan infrastruktur yang tahan terhadap perubahan iklim.

“Saya optimistis bahwa Asia Tenggara dapat membangun masa depan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan, di mana kemakmuran dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata AHY.

Dengan kata lain, jelas AHY, keberlanjutan menjadi pijakan utama pembangunan. (R-03)

Leave a Reply