BANDUNG– Momen haru terjadi saat Imelda Sari mundur dari kepengurusan Partai Demokrat. Wakil Sekjen DPP itu tak kuasa saat menyerahkan surat pengunduran diri.
Surat diserahkan kepada Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron, Rabu (28/5/2025). Bertempat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta.
“Mohon doa dan support-nya para senior dan sahabat agar saya dapat mengemban amanah dan bermanfaat bagi banyak orang,” ucap Imelda.
Imelda mundur dari kepengurusan partai setelah ditunjuk pemerintah jadi komisaris independen PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports). Sesuai undang-undang, jajaran komisaris dan direksi BUMN dilarang menjadi pengurus partai politik.
Imelda tak kuasa harus melepas status pengurus setelah 15 tahun bergabung dengan Demokrat. Tepatnya 2010 saat dirinya jadi staf pribadi Ibu Negara Ani Yudhoyono.
“Sebenarnya saya sudah mensortir beberapa foto kegiatan sepanjang menjadi pengurus Partai tetapi air mata saya jatuh berulang kali melihat foto-foto lama bersama Ibu Ani & Pak SBY,” ungkap Imelda.
Pasang surut di organisasi, lanjut tokoh berlatar jurnalis ini, telah ia dapatkan bersama Partai Demokrat. “Sejak awal saya bergabung, diminta dan terinspirasi oleh sosok almarhum Ibu Ani Yudhoyono dan Pak SBY. Saya belajar banyak dari Bapak dan Ibu,” ungkapnya.

Imelda mengaku beruntung bisa mendapatkan ilmu langsung dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. “Pak SBY sebagai mentor terbaik saya,” kilahnya .
Di organisasi, paparnya ada suka dan duka. Hal itu tak lepas dari perjalanan panjang Partai Demokrat. Ada masanya Demokrat di kekuasaan. Lalu ada masa berat ketika berada di oposisi. Dan kini kembali bergabung dalam pemerintahan bersama Presiden Prabowo Subianto.
Bersama Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono, dia mengaku jadi saksi dari dekat susah-senang membangun partai. Membangun soliditas, kekompakan, dan mengawal agar para kader tetap fokus untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi rakyat.
“Karena begitulah sejatinya partai politik hadir sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan bernegara,” imbuhnya.
Lalu, Imelda mengucapkan terima kasih kepada AHY atas tugas barunya. Yakni berkiprah di BUMN sebagai komisaris independen PT Injourney Indonesia.
Sembari minta maaf, Imelda juga memberi semangat kepada para kader untuk terus berjuang dan jangan patah. “Sekali layar terkembang pantang surut ke belakang. Demokrat, jaya jaya jaya,” pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah elit Partai Demokrat juga ditunjuk jadi komisaris BUMN. Antara lain, Kepala Bappilu Andi Arief (komisaris PT PLN) dan Wakil Ketua Umum Vera Febyianti (komisaris Bank BNI). Mereka pun mundur dari kepengurusan. (R-03)


