Dibuka AHY, Peserta dari 26 Negara Ikuti Konferensi Internasional Infrastruktur

BANDUNG– Konferensi Internasional bidang Infrastruktur atau International Conference of Infrastructure (IIC) akhirnya dibuka. Ajang tersebut dihadiri sekitar 7.000 peserta, termasuk perwakilan dari 26 negara.

“Tahun ini, kami bangga menjadi tuan rumah bagi peserta dari enam benua—sebuah cerminan nyata dari misi global yang kita emban bersama,” ujar Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat membuka IIC di Jakarta Convention Canter, Jakarta (11/6/2025).

Konferensi ini dihadiri oleh jajaran Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih. Lalu para Duta Besar negara-negara sahabat.

Berikutnya, anggota DPR/MPR, termasuk kader dari Jawa Barat. Antara lain, Fathi (Jabar I), Dede Yusuf Macan Effendi (Jabar II), Iman Adinugraha (Jabar IV), Anton Sukartono Suratto (Jabar V), Cellica Nurrachadiana (Jabar VII), dan Herman Khaeron (Jabar VIII).

Sejumlah anggota DPD RI, para Gubernur dan Wakil Gubernur, Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Bupati dan Wakil Bupati juga hadir. Kemudian delegasi, para pemimpin dunia usaha, dan mitra pembangunan.

Tercatat hampir 7.000 peserta hadir, termasuk dari 26 negara partisipan termasuk Indonesia. Antara lain, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Jepang, Kanada, Korea Selatan, Norwegia, Uni Emirat Arab, Tiongkok, Uni Eropa, Spanyol, Vietnam, Iran, Singapura, Turki, Hungaria, Myanmar, Denmark, Prancis, Inggris, Rusia, Jerman, Uruguay, Finlandia, Swiss, dan Azerbaijan.

⁠ICI 2025 akan menjadi panggung penting bagi kolaborasi internasional, dengan kehadiran berbagai investor dan lembaga pembiayaan terkemuka, seperti Macquarie (Australia), GIC (Singapura), World Bank, International Finance Corporation (IFC), Asian Development Bank (ADB), dan The Asia Group.

Dalam pidato pembukaan, AHY yang juga ketua umum Partai Demokrat ini menegaskan bahwa Indonesia hari ini bukan hanya menghadapi tantangan, tetapi berpacu dengan tiga urgensi besar:

Pertama, tantangan demografi: lebih dari tiga juta warga baru lahir setiap tahun. Kita harus mempercepat penyediaan perumahan, layanan dasar, dan kesempatan kerja untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Kedua, tantangan ekonomi: kita harus mengangkat jutaan orang ke kelas menengah, membagikan kemakmuran secara lebih merata, dan memperkuat daya saing global kita.

Ketiga, tantangan ekologis: perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan. Ini adalah krisis yang kita hadapi saat ini—mengganggu kota, mengikis garis pantai, dan menekan sistem pangan serta air kita.

“Di tengah tantangan sekaligus peluang inilah, kita menyelenggarakan ICI 2025 dengan tema Infrastruktur Berkelanjutan untuk Masa Depan,” kata AHY. (R-03)

Leave a Reply