BANDUNG- Sudah menonton film Gak Nyangka? Sebaiknya coba luangkan waktu. Kita akan terhibur dengan akting sejumlah komika. Antara lain Ge Pamungkas dan Arie Kriting.
Kocak abis deh. Begitu kira-kira kesan yang akan kita alami setelah menyaksikan film tersebut. Sarat pesan moral terkait kegigihan, daya juang, dan tidak mudah menyerah.
Film produksi 2025 ini disutradarai Jeihan Angga. Berlatar cerita kultur Jawa dengan seting lokasi syuting di pedesaan dan hutan Pacitan, Jawa Timur.
Bergenre komedi, film ini diperkuat sederet komika papan atas. Selain Ge Pamungkas dan Arie Kriting, hadir juga sejumlah karakter konyol dari pemain Ebel Cobra, Ence Bagus, dan Abdur Arsyad.

Sementara bintang cantiknya ada Indah Permatasari, Prisia Nasution, dan Sarah Sechan. Awal dirilis pada 24 Juli lalu.
Latar cerita ada empat mahasiswa abadi. Mereka sudah di ujung DO (drop out). Padahal mencapai gelar sarjana adalah cita-cita dan kebanggaan yang diidamkan keluarganya.
Fatalnya, mereka terkendala skripsi. Setiap proposal skripsi dipresentasikan selalu berakhir gagal. Ditolak terus oleh Sarah Sechan yang berperan sebagai dosen pembimbing killer. Total 16 kali ditolak.
Dalam keputusasaan, proposal yang diajukan Arie Kriting diterima dosen pembimbing. Padahal judulnya asal-asalan. Tapi jadi masalah karena lokasi penelitian sangat jauh. Yakni di Wakatobi.
Masalah datang silih berganti. Hingga pada akhirnya mereka terjerat mafia tanah. Mereka tertipu penjualan sebidang tanah dengan sertipikat ganda. Alur cerita pun makin seru karena melibatkan warga setempat.

Dengan susah payah dan jatuh bangun, mental mereka kembali bangkit. Termasuk sukses membuat rintisan bisnis biofuel berbahan dasar tebu. Semuanya berawal dan berakhir dari tanah sengketa tersebut.
Film sarat moral yang dikemas ngakak abis. Juga bernilai edukatif agar waspada dengan praktik mafia tanah. Tipu menipu dengan sertipikat asli tapi palsu (aspal) dari Kementerian ATR/BPN.
Di akhir cerita akan siguhi pemandangan nan indah sejumlah pantai di Banyuwangi. Juga Arie Kriting yang berperan jadi pengusaha sukses bidang travel. Dia jadi tour guide ke Museum dan Galeri Seni SBY-Ani.

Pada Sabtu, 2 Agustus 2025, para kader Partai Demokrat Jabar ikut larut dalam menonton Film Gak Nyangka di Trans Studio Mall (TSM) Bandung. Tampak hadir Anton Sukartono Suratto (ketua DPD) beserta keluarga.
Hadir juga sejumlah pengurus lain DPD Partai Demokrat Jabar. Antara lain, Muhammad Handarujati Kalamullah (sekretaris), M. Hailuki (kepala Bakomstra), Irwan Koesdrajat (wakil ketua), dan Nanat Najmul Ma’arif (direktur eksekutif).

Mengapa para kader Demokrat boyongan nonton? Ternyata, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menjadi produser eksekutif film tersebut. Ibas adalah wakil ketua umum Partai Demokrat, sekaligus wakil ketua MPR RI. Yuk… nonton! (R-03)


