BANDUNG– Bukan hanya HUT RI, Provinsi Jawa Barat juga milad ke-80. Jika hari jadi Indonesia diperingati tiap 17 Agustus, ulang tahun Provinsi Jawa Barat jatuh pada 19 Agustus.
Prosesi puncak hari jadi Provinsi dilaksanakan dalam rapat paripurna DPRD Jawa Barat. Tempatnya di Gedung Merdeka, Jl Asia Afrika 65, Kota Bandung.
Hadir di acara tersebut gubernur dan wakil gubernur Jabar. Lalu, seluruh unsur Forkopimda Jabar. Berikutnya para mantan gubernur dan wakil gubernur. Tokoh masyarakat dari berbagai komunitas dan ormas.
Delapan anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD) di DPRD Jabar juga hadir lengkap. Kompak dengan pakaian khas Jawa Barat. Mereka adalah dr Hj. Ratnawati (ketua), Saeful Bachri (sekretaris), Dede Candra Sasmita (wakil ketua), dan Jenal Aripin (bendahara).

Berikutnya, Sugianto Nangolah (dapil Jabar 1), A. Yamin (Jabar 5), Ronny Hermawan (Jabar 8 ), dan Zulkifli Chaniago (Jabar 11). Usai rapat paripurna, seluruh anggota FPD tampak berfoto dengan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Kang Dedi Mulyadi (KDM), saat sambutan di hari jadi Provinsi menegaskan usia Jawa Barat sudah kategori tua. Dengan lebih 50 juta jiwa, banyak hal yang mestinya dinikmati masyarakat.
“Hari ini rakyat Jawa Barat memperingati hari jadi provinsinya yang ke-80, usia yang sangat tua, sudah saatnya rakyat Jabar bahagia,” tegasnya.
Akan tetapi, lanjut KDM, kebahagiaan yang “gemah ripah repeh rapih” masih jauh dari yang diimpikan. Oleh karena itu, dia mengajak aparaturnya untuk bekerja lebih keras.
Salah satu yang jadi fokus KDM adalah mengubah pola anggaran di APBD. Anggaran harus tepat sesuai harapan masyarakat, bukan harapan birokrat.

Di bagian akhir, KDM yang saat maju di Pilgub diusung Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, dan PAN ini minta maaf kepada para anggota DPRD. Sekaligus berterima kasih karena para legislator telah rela menggeser anggarannya. Yakni dari anggaran rutin menjadi anggaran pembangunan.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Demokrat Jabar Muhammad Handarujati Kalamullah berharap milad Provinsi jadi momentum kuat untuk perbaikan.

“Usia ke-80 adalah adalah tonggak sejarah penting. Jawa Barat harus terus menjadi provinsi pelopor dalam demokrasi, pembangunan, dan kesejahteraan rakyat,” tandas Androe, panggilan Handarujati yang hadir di rapat paripurna hari jadi tersebut mewakili DPD Partai Demokrat Jabar. (R-03)


