BANDUNG– Ada momen yang hampir terlewatkan oleh publik. Yakni saat Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dan menyalami Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.
Kejadiannya saat peringatan detik-detik Proklamasi pada 17 Agustus lalu di Istana Negara. Usai semua rangkaian upacara, AHY kemudian menyalami sejumlah tokoh penting yang hadir. Salah satunya istri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
“Hari ini saya mengenakan pakaian Aceh Ulee Balang yang mengandung nilai kepahlawanan”, ucap AHY terkait kostum yang dipakai saat itu.

AHY memilih baju asal Aceh karena tepat pada 15 Agustus 2025, kita memperingati 20 tahun perdamaian Aceh dengan Helsinki Agreement. “Kita berharap Aceh dan seluruh wilayah Indonesia selalu hidup damai, makmur, dan sejahtera,” tegasnya.
Dengan pakaian kebesaran Aceh tersebut, AHY kemudian mendekati kursi roda Ibu Shinta Gus Dur. Dia lantas berjongkok, lalu mencium tangannya. Hangat dan sarat adab.
Selama keduanya tegur sapa, AHY tak melepas tangan Ibu Shinta Gus Dur. Keduanya tampak berbincang. Lalu tersenyum penuh bahagia layaknya seorang anak ke Ibunda tercinta.
Di momen tersebut, AHY juga “reuni” dengan keluarga lain Presiden. Yakni foto dan berbincang dengan Puan Maharani, ketua DPR RI yang juga putri Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Turut mendampingi AHY adalah Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Ibas saat itu disertai istri tercinta, Aliya Rajasa.
Putri Gus Dur, Yeni Wahid juga tampak di Istana untuk mendampingi Ibunda tercintanya. Di momen itulah tampak Yeni Wahid berfoto dengan SBY, presiden ke-6 RI. Saat SBY menjabat presiden, Yeni Wahid pernah diangkat jadi salah satu staf khusus kepresidenan.
Menurut AHY, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kita harus menyatukan energi, memberikan kontribusi nyata, dan mengambil peran sesuai bidang masing-masing.

“Insya Allah, 80 tahun telah kita lewati, ke depan kita ingin Indonesia selamanya eksis, semakin dihormati, dan disegani dunia,” kata ketua umum Partai Demokrat ini.(R-03)


