Momen AHY Wakili Kakek Tercinta Terima Gelar Pahlawan Nasional

BANDUNG– Hari istimewa itu tiba juga. Kakek tercinta, mendiang Jenderal Purn TNI Sarwo Edhie Wibowo ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Momen tersebut digelar dalam upacara kenegaraan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Tepat di Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara.

Ada 10 Pahlawan Nasional yang ditetapkan pemerintah, termasuk Sarwo Edhie Wibowo, kakek dari Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Hari ini terasa begitu istimewa. Hari ini say mewakili keluarga besar menerima gelar Pahlawan Nasional bagi eyang kami tercinta, Jenderal TNI Purn Sarwo Edhie Wibowo, atau yang kami panggil Pak Ageng,” ucap AHY.

Ketua umum Partai Demokrat ini menjelaskan Pak Ageng wafat 9 November 1989. Lalu dimakamkan tepat di Hari Pahlawan, 10 November.

“Seolah takdir menuliskan kisahnya sendiri: prajurit sejati yang berpulang di hari pahlawan, kini dikenang kembali,” begitu tulis AHY di media sosialnya.

AHY lantas mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Juga kepada rakyat Indonesia yang terus mengenang jasa ayah dari ibunda tercinta AHY tersebut.

Sarwo Edhie memiliki tujuh anak. Salah satunya Kristiani Herawati atau yang kemudian jadi Ibu Negara Presiden ke-6 RI, Ani Yudhoyono.

“Saya selalu teringat pesan yang sering disampaikan almarhumah Ibu Ani Yudhoyono, ibu saya yang juga putri beliau,” ungkap AHY.

Kata-kata Pak Ageng yang selalu Ibu Ani pegang itu, adalah: “Selalu menegakkan kebenaran di atas jalan Tuhan”.

Sejak kecil, tutur AHY, Pak Ageng adalah sumber inspirasinya. Kakeknya itulah yang menanamkan semangat untuk menjadi tentara.

“Dan, dari beliau pula saya belajar bahwa pengabdian sejati bukan hanya kepada TBI5, tetapi kepada bangsa dan negara. Yang terpenting adalah kontribusi dan nilai-nilai yang kita wariskan,” papar AHY.

AHY datang ke Istana ditemani salah satu adik Ibu Ani Yudhoyono. Di kesempatan itu lalu foto bersama dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Terima kasih Pak Ageng. Pengabdianmu abadi. Insoirasimu hidup di setiap langkah kami,” tegas AHY.

Sarwo Edhie Wibowo adalah salah satu tokoh kunci dalam penumpasan G-30-S/PKI. Sebagai komandan RPKAD, Kolonel Sarwo Edhie saat itu jadi kekuatan utama bersama Mayjen Soeharto dalam menggagalkan kudeta dan upaya mengganti ideologi Pancasila yang didalangi PKI.

Tepat 10 November 2025, kedua tokoh bangsa itu –Soeharto dan Sarwo Edhie Wibowo– sama-sama menerima anugerah Pahlawan Nasional.

Soeharto jadi Presiden ke-2 RI selama 32 tahun, sementara Sarwo Edhie mengakhiri karier militer dengan pangkat letnan jenderal. Lalu pernah jadi duta besar di Korea Selatan.

Nama lainnya yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional adalah Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Lalu, ada tokoh buruh Marsinah. (R-03)

Leave a Reply