BANDUNG– Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bertamu ke kantor DPP Partai Demokrat di Jl Proklamasi, Jakarta. Dalam situasi silaturahmi tersebut, kedua pimpinan partai tampak hangat dan kompak.
Rombongan PKS diterima langsung Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sementara PKS dipimpin Almuzzammil Yusuf selalu presiden partai.
“Jadi Pak Presiden (PKS), Bapak punya Menteri di sana, kami menghibahkan satu Wamen di sana. Harus kompak lho,” ujar AHY di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Yang dimaksud AHY adalah duet kepemimpinan di Kementerian Tenaga Kerja. Yassierli jadi Menteri Tenaga Kerja yang diusulkan PKS. Sementara posisi wakil menteri dijabat Afriansyah Noor yang juga wakil Sekjen DPP Partai Demokrat.
Kedua kader dari partai berbeda di Koalisi Merah Putih tersebut harus menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto. Terutama dalam masalah ketenagakerjaan yang jadi hajat hidup rakyat Indonesia.
“Artinya, ini harus menjadi spirit kita, mari kita kawal, mari kita sukseskan pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kita harus wujudkan negara yang semakin kuat, semakin maju dan juga rakyat yang semakin sejahtera, semakin bahagia,” jelasnya.
AHY bersyukur Kemenaker RI dipimpin dua kader partai yang selama ini terjalin komunikasi baik. Dia berharap duet di kementerian tersebut dapat menopang visi kuat kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“PKS adalah sahabat baik kami dalam berdemokrasi, baik saat berada dalam pemerintahan Presiden SBY selama 10 tahun, ketika berada di luar pemerintahan, maupun kini setelah kita melewati perhelatan Pemilu 2024 dan sama-sama mengemban tugas serta amanah di pemerintahan Pak Prabowo,” ujar AHY.
Di kesempatan tersebut, AHY ditemani pengurus utama DPP Partai Demokrat. Antara lain, Herman Khaeron (Sekjen) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (wakil ketua umum).
Sementara itu, Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf menyinggung dinamika yang pernah terjadi di Tim 8 semasa Pilpres 2024. Saat itu PKS dan Demokrat dalam satu visi. Walau pada akhirnya Demokrat merapat ke koalisi Prabowo-Gibran, sementara PKS di koalisi Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

“Dan juga beberapa waktu yang lalu sempat tadi disinggung juga Tim 8, kami pernah bersama-sama walaupun ada sedikit masalah di Tim 8 tapi saya kira Demokrat dan PKS tetap bisa menjaga silaturahmi saling pemahaman,” kata Muzzammil. (R-03)


