BANDUNG– Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (13/1/2026) meresmikan SMA Taruna Nusantara (TN) Kampus Malang, Jawa Timur. Di momen istimewa itu hadir para alumni TN yang kini jadi menteri. Termasuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu mengaku senang dengan hadirnya SMA TN di Malang. Hal itu merupakan langkah strategis negara dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul.
“SMA Taruna Nusantara Malang menempatkan pembentukan karakter sebagai inti pendidikan, sejalan dengan prestasi akademik dan kepemimpinan, untuk menyiapkan SDM unggul menuju Generasi Emas 2045,” ujar Menko AHY.
Saat itu AHY berkesempatan memotivasi para siswa agar terus belajar dan berlatih. Hal itu penting guna mempersiapkan diri menjadi pemimpin serta generasi penerus bangsa yang unggul.

Kehadiran SMA TN di Malang merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menyiapkan SDM berkualitas. Yakni melalui sistem pendidikan yang terstruktur, meritokratis, dan inklusif.
Menurut AHY, pembangunan infrastruktur pendidikan yang berkualitas merupakan investasi jangka panjang. Dampaknya tidak hanya di sektor pendidikan. Tapi juga mendorong pemerataan pembangunan wilayah serta membuka kesempatan yang setara antardaerah.
Sebagai alumni SMA TN Angkatan 5, Menko AHY menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan sekolah ini. Tujuannya agar semakin maju dan konsisten mencetak kader-kader terbaik bangsa.

“Kemenko Infrastruktur akan selalu siap mendukung penguatan infrastruktur pendidikan yang berkualitas dan merata. No one left behind,” tandasnya.
Saat peresmian, Presiden Prabowo Subianto meresmikan SMA TN Kampus Malang menekankan arti penting kehadiran pendidikan berkualitas. Salah satu lewat SMA TN.
“SMA Taruna Nusantara didirikan untuk menjaring putra-putri terbaik bangsa yang memiliki kapasitas akademik unggul, untuk dibina dan diberi kesempatan terbaik agar kelak menjadi kader pembangunan bangsa yang berguna,” ujar Presiden Prabowo.
Ditegaskan, pendidikan merupakan instrumen utama pembangunan nasional. Sebab tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat kesejahteraan, demokrasi, serta menjadi kunci pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup rakyat.
Oleh karena itu, Presiden Prabowo berencana pengembangan SMA Taruna Nusantara di berbagai wilayah Indonesia. Saat ini, SMA Taruna Nusantara telah hadir di Magelang dan Malang, dengan total enam kampus.
Ke depan akan dikembangkan di sejumlah daerah lain seperti Kalimantan, Sulawesi Selatan, dan Sumatra Selatan. Pemerintah juga menargetkan pembentukan sekolah unggulan baru bernama SMA Garuda, dengan visi menghadirkan minimal satu sekolah unggulan di setiap provinsi.

“Kita ingin mencetak pemimpin-pemimpin masa depan yang patriotik, cinta tanah air, berakhlak baik, jujur, dan bertanggung jawab. Pemimpin yang akan mengabdi sepenuhnya untuk rakyat dan bangsanya,” tegas Presiden Prabowo.
Di saat yang sama, tahun ini pemerintah akan merenovasi 60 ribu sekolah, dari total sekitar 300 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Tujuannya guna meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan nasional.
Turut hadir Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Berikutnya, Menlu Sugiono dan Mensesneg Prasetyo Hadi.
Sama seperti AHY, kedua menteri tersebut juga alumni SMA TN angkatan 5. Saat ini Sugiono adalah juga kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN). Sementara Prasetyo.sebagai alumni angkatan 6 jadi wakil kepala LPTTN.
Hadir juga Mendikdasmen Abdul Mu’ti dan Mendikti Saintek Brian Yuliarto. Berikutnya Seskab Teddy Indra Wijaya dan Wamentan Sudaryono.
Yang ditunjuk sebagai kepala SMA Taruna Nusantara Kampus Malang adalah Mayjen TNI Mahbub Junaedi. Dia juga alumni SMA Taruna Nusantara angkatan 3. (R-03)


