Jelang Imlek, Merry Riana dan Tokoh Tionghoa Resmi Ber-KTA Partai Demokrat

BANDUNG– Partai Demokrat kembali dapat suntikan darah segar. Kali ini dari para tokoh berbagai komunitas Tionghoa. Momen tersebut istimewa karena menjelang perayaan Imlek 2026.

“Bagi kami, ini bukan sekadar penyerahan KTA, melainkan komitmen bersama untuk mengabdi pada bangsa,” ujar Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Bertempat di kantor DPP Partai Demokrat, Jl Proklamasi, Jakarta, sejumlah tokoh dari berbagai komunitas Tionghoa resmi masuk Demokrat. Mereka menerima tanda kartu anggota (KTA) yang diserahkan langsung AHY.

“Kami menyambut hangat bergabungnya saudara-saudara dari berbagai komunitas Tionghoa,” tandas AHY.

Jajaran pengurus utama DPP Partai Demokrat hadir lengkap. Antara lain, Herman Khaeron (Sekjen) dan Irwan Fecho (bendahara umum. Acara diawali pembacaan daftar nama kader baru oleh Kepala BPOKK Ossy Dermawan.

Wamen ATR/BPN itu menyampaikan deretan tokoh Tionghoa yang akan mendapatkan KTA Partai Demokrat. Salah satunya motivator nasional Merry Riana yang juga salah satu staf khusus di Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Oleh karena itu, AHY mengucapkan terima kasih kepada Merry Riana dan para tokoh dari komunitas Tionghoa yang kini jadi keluarga besar Partai Demokrat.

“Demokrat adalah rumah, keluarga, dan kapal besar bagi siapa pun yang ingin membawa perbaikan. Kami siap menjadi wadah persahabatan dan perjuangan yang inklusif bagi seluruh anak bangsa,” ungkap AHY.

Menko Infrastruktur itu kembali menegaskan komitmen pembangunan menuju kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Hal itu sesuai visi besar Presiden Prabowo Subianto.

“Di bawah nahkoda Presiden Prabowo Subianto, mari kita dukung dan kawal penuh pembangunan nasional. Jika rakyat sejahtera, kita semua bahagia,” ucap AHY.

Saat memberi sambutan Merry Riana mengaku bersyukur jadi keluarga besar Demokrat. Sebuah rasa syukur dari capaian yang tepat berada di rumah besar untuk mengawal kemajuan bangsa Indonesia.

“Saya pegang teguh sampai hari ini yaitu rasa syukur. Rasa syukur yang tiada henti-hentinya karena Tuhan sudah memberikan kesempatan, sudah mempertemukan dengan orang-orang yang tepat, di waktu yang tepat,” ujar Merry Riana.

Dia bersyukur karena setelah sekian lama akhirnya menemukan rumah baru. Rumah yang jadi wadah perjuangan yang tepat. Tepat bagi dirinya dan sejumlah tokoh Tionghoa untuk kemajuan bangsa.

“Dan rumah batu itu adalah Partai Demokrat,” tandasnya. (R-03)

Leave a Reply