BANDUNG– Dari sederet agenda strategis dalam kunjungan ke Rusia, ada satu momen penting dilakukan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Yakni naik dan menikmati kereta api (KA) cepat Sapsan.
KA cepat Sapsan yang dinaiki AHY beserta delegasi Indonesia menempuh rute Moscow-Saint Petersburg. Jarak tempuhnya 645 kilometer.
“Perjalanan dari Moskow menuju St. Petersburg kali ini terasa berbeda,” ujar AHY seperti dilaporkan di laman media sosialnya.
AHY dan delegasi Indonesia menuju St Petersburg untuk acara forum ekonomi bernama St Petersburg Internasional Economic Forum (SPIEF) 2026. AHY memutuskan naik KA cepat Sapsan atas undangan Dubes RI untuk Moscow, Jose Antonio Morato Tavares.
“Bagi saya, setiap kali berkesempatan menggunakan moda transportasi di negara lain, perjalanan tidak pernah sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain,” ungkap AHY.

Bagi ketua umum Partai Demokrat ini, ada nilai lebih jauh dari sekadar naik KA cepat Sapsan. Yakni bagaimana sebuah negara membangun konektivitas, mengintegrasikan sistem transportasi, memangkas waktu tempuh, dan pada akhirnya menggerakkan ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.
Sapsan, papar AHY, diambil dari nama burung falcon tercepat di dunia. Rutenya menghubungkan Moskow dan St. Petersburg yang berjarak sekitar 645 kilometer. Waktu tempuhnya kurang dari empat jam.
“Namun di balik kecepatannya, yang paling menarik perhatian saya adalah bagaimana perkeretaapian menjadi tulang punggung mobilitas dan konektivitas antarkota,” tandas AHY.

Sepanjang perjalanan, hamparan hutan, desa-desa kecil, dan bentang alam Rusia yang membentang luas menjadi pengingat bahwa infrastruktur yang baik tidak hanya menghubungkan kota-kota besar. Tetapi juga membuka akses dan peluang bagi wilayah-wilayah di antaranya.
“Pengalaman seperti ini memberikan banyak pembelajaran dan referensi yang berharga bagi Indonesia,” ujar AHY yang kini menjabat juga sebagai ketua Komite Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, lanjutnya, konektivitas merupakan salah satu fondasi penting pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan terus mendorong penguatan jaringan perkeretaapian nasional.
“Pada akhirnya, infrastruktur terbaik bukan hanya yang mampu mempersingkat jarak, tetapi juga yang mampu memperluas kesempatan,” ucapnya.
AHY memimpin delegasi ke Republik Federasi Rusia mulai pada 1-5 Juni 2026. Agenda resminya dimulai kunjungan bilateral dengan menteri transportasi Rusia. Kemudian bertemu Dewan Maritim Rusia.
Di ibu kota Rusia, agenda berikutnya yang dilakukan AHY adalah bertemu jajaran KBRI di Moscow. Lalu diskusi dengan mahasiswa dan diaspora Indonesia di Rusia. AHY juga mengunjungi Moscow Shipyard untuk melihat teknologi dan modernisasi perkapalan.

Dari Moscow, AHY dan rombongan kemudian bertolak ke kota Saint Petersburg. Di sini sejumlah agenda menanti begitu padat. Salah satunya bicara dalam forum ekonomi SPIEF (St Petersburg International Economic Forum) 2026.
Masih di St Petersburg, AHY kemudian bertemu ke kampus State Marine Technical University. Berikutnya mengunjungi Cruiser Aurora Museum.

Semua agenda tersebut terkait infrastruktur, konektivitas, dan industri maritim. Hasil “oleh-oleh” dari Rusia tersebut pada akhirnya diharapkan jadi modal bagi kemajuan Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia. (R-03)


