BANDUNG– Semua tahapan menuju nahkoda DPD Partai Demokrat Jabar sudah “disapu bersih” Anton Sukartono Suratto. Meski demikian masih ada satu step lagi yang harus dilewati.
Seperti dijelaskan Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron, hasil Musda VI yang menetapkan Anton sebagai calon tunggal tidak serta merta beres. Ada satu step lagi, yaitu penetapan dalam bentuk surat keputusan (SK) dari ketua umum DPP Partai Demokrat.
“Selamat untuk Pak Anton Sukartono Suratto yang telah aklamasi dipilih dalam Musda VI ini untuk kembali jadi ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat,” ujar Herman Khaeron saat menutup Musda VI, Senin (24/8/2026).

Musda VI digelar di Trans Luxury Hotel Bandung dengan diikuti para kader dan ketua DPC dari 27 kabupaten/kota. Hadir Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan para pejabat utama dari DPP Partai Demokrat.
Selain Sekjen Herman Khaeron, hadir juga Ossy Dermawan, kepala BPOKK yang juga Wamen ATR/BPR. Lalu anggota DPR RI dari dapil Jabar seperti Dede Yusuf Macan Effendi yang juga menjabat wakil ketua umum DPP Partai Demokrat.
Delapan anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD) di DPRD Jabar juga hadir di bawah nakhoda dr Ratnawati. Lalu tampak dua kepala daerah di Jabar, yaitu Walikota Bogor Dedie Rachim dan Walikota Bandung Muhammad Farhan.
Pimpinan partai politik lain di Jabar juga hadir di acara pembukaan, seperti Daniel Muttaqin (Golkar) dan Buky Wibawa (Gerindra). Lalu, 96 anggota FPD dari DPRD kabupaten/kota di Jabar juga mengikuti jalannya Musda VI.

Ada 29 pemegang hak suara dalam Musda VI kali ini. Yaitu 27 suara dari ketua DPC, satu suara dari DPD Partai Demokrat Jabar, dan satu suara mewakili Orsap (Organisasi Sayap). Semua suara mencalonkan Anton Suratto untuk kembali memimpin Demokrat Jabar.
Usai penutupan, acara dilanjutkan dengan proses persidangan. Rapat pleno pertama dipimpin langsung Sekjen Herman Khaeron. Lalu di sidang pleno kedua dipimpin Si Made Rai Edi Astawa dari BPOKK DPP Partai Demokrat.
Selain memilih Anton secara aklamasi sebagai ketua, Musda VI juga menetapkan komposisi formatur untuk menyusun kepengurusan. Ada tujuh orang formatur dengan Anton Suratto sebagai wakil ketua. Lalu tiga orang unsur DPC, dua orang unsur DPD, dan seorang dari unsur DPP.
“Selama demisioner hingga terbentuk kepengurusan baru, kepemimpinan Partai Demokrat Jawa Barat untuk sementara dijalankan oleh DPP Partai Demokrat,” tegas Ossy Dermawan.

Menurut Ossy, formatur diberi waktu tiga bulan untuk menyusun kepengurusan lengkap. Susunan tersebut berikutnya harus ditetapkan dalam SK oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Ossy juga menjelaskan, setelah Musda akan dilanjutkan dengan Muscab untuk memilih ketua DPC dari 27 kabupaten/kota di Jabar. (R-03)


