BANDUNG– Dalam refleksi seperempat abad partai, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan seluruh kadernya soal kekuasaan. Menurut AHY kekuasaan bukan sesuatu yang dapat dimiliki seseorang untuk selamanya.
Prinsip ini harus terus dipegang teguh oleh seluruh kader demi menjaga demokrasi di Indonesia tetap sehat.
“Kekuasaan adalah amanat rakyat yang memiliki batas waktu,” kata AHY saat berpidato dalam acara HUT Ke-25 Partai Demokrat di Gedung DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (5/9/2026) malam.
Pidato AHY yang juga Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu, pada Senin malam (7/9/2026), disiarkan ulang serentak di delapan TV nasional. Para kader Demokrat menggelar nonton bareng (nobar), termasuk di Kantor DPD Partai Demokrat Jabar, Jl Pacuan Kuda No 5, Arcamanik, Kota Bandung.

Nobar dihadiri sejumlah kader dan pengurus demisioner DPD Partai Demokrat Jabar. Lalu staf direktorat eksekutif (DE) DPD Partai Demokrat Jabar. Kegiatan nobar juga dilaksanakan oleh pengurus dan kader di DPC Partai Demokrat yang tersebar di seluruh Provinsi Jawa Barat.
Dalam pidatonya AHY kembali menegaskan Demokrasi yang merupakan hak seluruh masyarakat. Dan harus tetap dijaga dan ditegakkan.
“Melalui demokrasi, rakyat memiliki hak untuk memilih maupun dipilih sebagai pemimpin. Salah satu cara menjaga siklus demokrasi tetap sehat adalah memastikan setiap pemilu berlangsung aman, nyaman, dan demokratis,” katanya.
AHY menyontohkan proses transisi kekuasaan yang terjadi setelah 10 tahun pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga merupakan ayahnya.

“Kita patut belajar dari 10 tahun Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode,” ujarnya.
Karena itu, AHY meminta seluruh kader Demokrat ikut memastikan pelaksanaan pemilu mendatang berjalan ideal, aman, dan amanat, sehingga hak masyarakat dalam berdemokrasi dapat terpenuhi.
“Siapa pun yang menang harus menang karena mendapatkan kepercayaan rakyat dan siapa pun yang kalah harus menghormati kehendak rakyat,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, AHY mengingatkan kader Demokrat agar tidak meminta perlakuan khusus jika tersandung persoalan hukum. Dia menegaskan, pihaknya tidak akan membela kader Demokrat yang salah hanya karena kawan.
Dalam pidato politik AHY tersebut, tampak hadir para kader utama DPP Partai Demokrat. Termasuk juga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang juga pendiri dan ketua Majelis Tinggi Partai.

Sementara, para kader utama yang hadir, antara lain Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron. Lalu kader yang duduk di Kabinet Merah Putih seperti Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara (Menteri Transmigrasi), Teuku Riefky Harsya (Menteri Ekraf), Menteri PU Dodi Hanggono (Menteri PU), Ossy Dermawan (Wamen ATR/BPN), dan Afriansyah Noor (Wamen Ketenegakerjaan).
Berikutnya, Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono yang juga ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR. Lalu Waketum Dede Yusuf Macan Effendi yang juga wakil ketua Komisi II DPR dan Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Anton Sukartono yang juga wakil ketua Komisi I DPR RI. (R-03)


