BANDUNG– Partai Demokrat Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar pendidikan politik (Dikpol) bagi para kadernya. Di acara tersebut hadir Waketum DPP Partai Demokrat Dede Yusuf Macan Effendi.
“Di acara ini hadir juga para anak muda, termasuk siswa SMA dan mahasiswa. Tujuannya agar mereka melek politik,” ujar Imam Tunggara, ketua DPC Partai Demokrat Bandung Barat.
Dikpol digelar di Grand Hani Hotel Lembang, pada Minggu (26/9/2026). Hadir 200 kader Demokrat, perwakilan pelajar, mahasiswa, dan karang taruna.
Sebagai narasumber hadir Ketua KPU KBB Ripqi Ahmad Sulaeman, Ketua Bawaslu KBB Ridwan Raharja, Kepala Badiklat DPD Partai Demokrat Jabar Maulana Hasanuddin, dan aktivis sekaligus tokoh pergerakan Bubun Bunyamin.

“Di acara ini dilakukan pelantikan ketua anak ranting, pengurus Demokrat untuk level RW. Dimulai dari kecamatan Ngamprah dulu,” tegas Imam Tunggara.
Di kesempatan itu, Imam Tunggara lantas minta arahan dari Dede Yusuf selaku pembina dapil (daerah pemilihan). Targetnya Demokrat KBB bisa naik peringkat dari posisi enam menjadi 3-4 besar di DPRD setempat. Saat ini Demokrat meraih lima kursi dari 50 anggota DPRD KBB.
Dede Yusuf saat tampil berpesan tiga hal penting yang harus dilakukan para kader Demokrat. Pertama, setiap kegiatan wajib mengikutsertakan masyarakat yang bukan kader. Dengan begitu terjadi interaksi dan membaur antara kader Demokrat dan masyarakat.

“Jangan sampai setiap kegiatan hanya asyik sendiri tanpa melibatkan masyarakat. Jangan hanya dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Masyarakat dapat apa kalau begitu,” tegas wakil ketua Komisi II DPR RI ini.
Hal kedua, lanjut Dede Yusuf, para kader dan pengurus harus menyatu dengan masyarakat. Dengan begitu tidak ada jarak baik secara psikologis maupun politis di antara kader.
“Kumpulah bersama rakyat di warung kopi, di sawah, bareng petani di kebun dalam setiap minggunya kalau Partai Demokrat ingin besar. Jangan cuma bikin kegiatan seremonial yang hanya diikuti kader sendiri,” tandasnya.

Wakil gubernur Jabar periode 2008-2013 ini juga berpesan untuk hal ketiga. Yakni jangan sampai menyakiti pikiran dan perasaan rakyat. Oleh karena itu para kader diminta selalu jaga lisan, jaga tindakan, dan jaga penampilan.
“Boleh saja punya motor gede yang mahal, pakaian bermerek, atau sepatu bagus. Tapi jangan dipakai saat bertemu masyarakat. Tetaplah tampil bersahaja yang penuh simpati dan punya empati di kala situasi ekonomi sosial masyarakat kita masih jauh dari harapan,” ungkap Dede Yusuf yang juga wakil rakyat di Senayan dari dapil Jabar II ini. (R-03)

