BANDUNG– Sangat khidmat dan mempesona. Namun terasa hangat dan cair. Itulah gambaran orasi ilmiah Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di acara Dies Natalis ke-68 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran.
Di awal acara, Rektor Unpad Prof dr Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Ph.D, minta maaf terkait tempat. “Dari kemarin banyak yang WA apakah boleh hadir di orasi ilmiah ini. Saya mohon maaf, inilah ruangan paling besar di kampus Jatinangor,” ujar Arief, Selasa (13/10/2026).
Orasi dilaksanakan di Bale Sawala, gedung rektorat Unpad kampus Jatinangor, Sumedang. Ruang berkapasitas sekitar 200 orang. Sementara biasanya acara-acara besar, termasuk wisuda berkapasitas ribuan orang digelar di kampus Jl Dipatiukur, Kota Bandung.
“Terima kasih kepada Pak SBY, semoga kehadiran Bapak jadi berkah bagi kita semua dan menjadi modal semangat menuju rakyat yang makmur dan bermartabat di mata dunia,” tandas rektor.

Di awal orasi, SBY juga bikin suasana cair. Di hadapan para guru besar, para mahasiswa dari berbagai negara, dan sejumlah anggota DPRD dan DPR RI, SBY mengaku sedang batuk.
“Kalau nanti saya batuk-batuk saat presentasi, masih aman karena saya seorang seniman, sekarang. Kalau saya batuk, yang terganggu biasanya di sebelah kiri dan kanan saya. Kalau lagi melukis, paling lukisannya bisa rusak. Kalau Pak Prabowo batuk, hati-hati. Kalau batuknya keras rupiah dan saham bisa jatuh. Kita doakan Presiden kita tetap sehat sehingga bisa memimpin negara dengan baik,” ucap SBY yang disambut tawa renyah hadirin.
SBY juga bikin joke segar terkait kehadiran acaranya di Dies Natalis ke-68 FISIP Unpad. Dia mengaku senang karena hadir di forum terhormat, pas di hari jadi FISIP yang didirikan pada 13 Oktober 1958.
“Memulai acara ini, saya harus pastikan ini bukan orasi politik,” kilah SBY yang disambut tepuk tangan hadirin.
SBY mengaku senang dengan TOR (term of reference) yang diberikan FISIP. Yakni soal integritas, inovasi, dan kolaborasi. “Sebelum ke sani saya baca secara dalam dan seksama term of reference yang diberikan kepada saya itu,” tandas penggagas dan ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut.
Topik yang diberikan, papar SBY, menjadi fondasi bagi kemajuan bangsa. Sangat mendasar karena integritas, inovasi, dan kolaborasi jadi modal kuat agar Indonesia tampil sebagai negara dengan ekonomi kuat pada 2030. Lalu menggapai Indonesia Emas pada 2045.

SBY lantas memaparkan konsep dan pengalaman negara-negara lain di dunia. Dia cerita bagaimana sebuah negara sukses (how a nation succed), dan bagaimana sebuah negara gagal (how/why a nation failure). Kata kuncinya terletak pada organisasi dan tata kelola.
“So, mengelola negara, menjalankan pemerintahan itu tidak seperti bekerja di bawah bulan purnama. Selalu ada gejolak, ada tantangan here and there,” ujar SBY saat cerita 10 tahun memimpin Indonesia.
Di acara orasi ilmiah itu tampak hadir Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. Lalu sejumlah anggota DPR RI, seperti Herman Khaeron, Dede Yusuf, Anton Sukartono Suratto, Cellica Nurrachadiana, Dina Lorenza, dan Lokot Nasution. Hadir juga dr Ratnawati, ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD Jabar.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Anton Suratto mengaku terkesan dengan semua materi orasi ilmiah. Termasuk pesan moral kepada generasi muda dan harapan kepada civitas akademika Unpad untuk terus menjadi bagian dalam mengawal kemajuan bangsa Indonesia.
“Mari kita jadikan pesan-pesan bernas ini sebagai pengingat dan pemacu semangat bagi kita semua dalam mengabdi untuk rakyat dan bangsa,” tegas Anton Suratto yang juga wakil ketua Komisi I DPR RI ini. (R-03)

